Tips Mengurangi Screen Time agar Hati Lebih Tenang

Tips Mengurangi Screen Time agar Hati Lebih Tenang

Tanpa sadar, rasa lelah mental sering datang bukan karena aktivitas fisik, tapi karena terlalu lama menatap layar. Media sosial bekerja dengan dopamine loop—setiap scroll dan notifikasi memberi kesenangan instan. Data psikologi menunjukkan penggunaan gawai berlebih (lebih dari 3 jam/hari) berkaitan dengan meningkatnya kecemasan dan stres. Bagi banyak perempuan, ini diperparah dengan comparison trap—melihat hidup orang lain yang tampak “sempurna” hingga memicu rasa kurang dan insecure. Ditambah lagi, paparan blue light mengganggu kualitas tidur, membuat bangun Subuh terasa lebih berat.

Dampaknya tidak berhenti di kesehatan mental, tapi juga merembet ke kualitas ibadah. Rata-rata orang mengecek ponsel puluhan kali sehari, membuat pikiran sulit benar-benar hadir dan khusyuk saat sholat. Waktu-waktu sunyi—menunggu, sebelum tidur, atau di perjalanan—yang dulu bisa diisi zikir, kini habis untuk scrolling tanpa arah. Padahal Al-Qur’an menyebut ciri orang beriman adalah menjauhi hal yang sia-sia (QS. Al-Mu’minun: 3).

Digital detox tidak harus ekstrem. Mulailah dengan langkah realistis: matikan ponsel 30 menit sebelum Subuh dan 30 menit setelah Maghrib untuk doa dan tilawah. Terapkan sunset rule dengan menurunkan kecerahan layar saat malam. Rapikan daftar akun yang diikuti—tinggalkan yang memicu rasa “kurang”, pilih yang memberi ilmu dan ketenangan. Ganti kebiasaan memegang HP sebelum tidur dengan membaca buku atau menulis jurnal syukur.

Saat screen time berkurang, dampaknya terasa nyata. Fokus bekerja atau belajar meningkat, pikiran lebih jernih, dan hubungan dengan orang sekitar jadi lebih berkualitas karena kita benar-benar hadir. Waktu luang pun kembali bermakna—bukan sekadar lewat, tapi menguatkan hati.

Mengurangi waktu di layar berarti memberi ruang untuk merawat diri secara nyata. Daripada terus scrolling gaya hidup orang lain, kini saatnya menikmati me-time yang tenang—membaca buku, berjalan sore, atau sekadar duduk santai dengan busana yang nyaman. Koleksi home-wear dan casual hijab dari Hijaberlin hadir untuk menemani momen-momen sederhana ini, agar hati lebih tenang, ibadah lebih fokus, dan hidup terasa lebih utuh.