Pernah merasa semangat di awal tahun, lalu resolusi ibadah perlahan hilang sebelum Ramadan tiba? Kamu tidak sendiri. Secara psikologis, sekitar 80% resolusi tahun baru gagal bahkan sebelum pertengahan Februari. Bukan karena kurang niat, tapi karena target terlalu besar dan tidak punya langkah nyata.
Islam sendiri tidak menuntut perubahan drastis dalam semalam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten, meski sedikit (HR. Muslim). Artinya, resolusi yang baik bukan yang terlihat muluk, tapi yang bisa dijalani setiap hari.
Alih-alih membuat daftar panjang, mulailah dengan micro-habits dalam ibadah. Untuk sholat tepat waktu, fokus pada persiapan—misalnya sudah berwudhu lima menit sebelum adzan. Untuk tilawah, satu halaman Al-Qur’an setelah Subuh jauh lebih realistis dan berpeluang bertahan daripada target satu juz yang berat. Sedekah pun tidak harus besar; yang terpenting rutin, bahkan dengan nominal kecil setiap pagi.
Konsistensi inilah yang menjaga kualitas iman. Rasulullah SAW pernah mengingatkan agar kita tidak seperti orang yang rajin beribadah lalu meninggalkannya (HR. Bukhari). Maka di 2026, penting bagi muslimah untuk membangun spiritual roadmap: mengaudit ibadah yang sering terlewat, memilih satu ibadah wajib sebagai fokus utama, lalu melacak progresnya secara sederhana lewat jurnal atau aplikasi.
Perubahan juga bisa dimulai dari hal yang sering dianggap sepele. Berpakaian rapi, nyaman, dan menutup aurat dengan baik adalah bagian dari ibadah jika diniatkan karena Allah. Busana yang mendukung aktivitas harian akan memudahkan muslimah bergerak, berwudhu, dan menyambut waktu sholat tanpa banyak hambatan. Di sinilah Hijaberlin hadir—menghadirkan daily wear yang praktis, tenang, dan tertata, agar resolusi ibadah 2026 tidak hanya jadi wacana, tapi benar-benar hidup dalam keseharian.
