Hidayah sering kali datang dengan cara yang tak terduga—bisa melalui keheningan doa, atau bahkan lewat sebuah teguran sederhana yang menggetarkan jiwa. Itulah yang dirasakan oleh Nia Hizboel, seorang ibu rumah tangga yang kini berbagi kisah inspiratifnya bersama Hijaberlin. Bagi Nia, perjalanan hijrahnya bukanlah tentang perubahan penampilan semata, melainkan sebuah transformasi batin yang dimulai dari sebuah perjalanan suci belasan tahun silam.
Perjalanan itu bermula saat Nia menginjakkan kaki di tanah suci untuk pertama kalinya dalam ibadah Umroh. Di tengah kekhusyukan ibadah, Allah SWT memberikan "hadiah" berupa cahaya petunjuk melalui lisan seorang pembimbing umroh. Sebuah teguran yang mungkin terdengar biasa bagi orang lain, namun menjadi alarm bagi hati Nia. Teguran itu seolah menjadi pengingat bahwa Allah sedang menghendakinya untuk melangkah lebih dekat, melepaskan keraguan, dan memantapkan hati dalam dekapan syariat-Nya.
Dalam percakapannya, Nia mengungkapkan bahwa hijrah adalah perjalanan mencari ketenangan yang hakiki. Ia merasakan perbedaan besar antara kehidupan sebelum dan sesudah berhijrah; ada rasa peace of mind yang tidak bisa dibeli dengan materi. Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak menghalanginya untuk terus bertumbuh. Beliau menekankan bahwa konsistensi dalam berhijrah sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan bagaimana kita merespons "panggilan" Allah dalam keseharian. Bagi Nia, setiap teguran—baik melalui lisan manusia maupun kejadian hidup—adalah bentuk kasih sayang-Nya agar hamba-Nya tetap berada di jalur yang benar.
Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam...” (QS. Al-An'am: 125)
Esensi dari kisah Nia Hizboel adalah keberanian untuk mendengarkan "suara" petunjuk dan ketulusan untuk menjalaninya secara istiqomah selama belasan tahun. Dari sosoknya, kita belajar bahwa momen hijrah yang dimulai dari sebuah teguran bisa menjadi awal dari kebahagiaan yang tulus dan kedamaian yang mendalam di dalam rumah tangga maupun diri sendiri.
Hijaberlin mengajak setiap muslimah untuk tidak takut menjemput hidayah, sekecil apa pun bentuk tegurannya. Seperti kisah Ibu Nia, mari kita jadikan setiap langkah sebagai upaya untuk menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Lengkapi perjalanan hijrahmu dengan koleksi dari Hijaberlin yang didesain untuk menemani setiap proses transformasimu dengan kenyamanan dan keanggunan yang tetap terjaga di setiap aktivitas.
