Di kota yang sama tempat jamaah umroh berthawaf hari ini, pernah hidup seorang perempuan hebat bernama Khadijah binti Khuwailid. Ia dikenal sebagai muslimah pengusaha yang disegani, sekaligus istri pertama Rasulullah. Kehidupannya memberi banyak teladan bagi perempuan masa kini.
Siapa Khadijah?
Khadijah berasal dari keluarga terpandang di Makkah dan dikenal sebagai pedagang yang cerdas dan terhormat. Ia mempekerjakan orang-orang untuk berdagang atas namanya, termasuk Muhammad muda yang dikenal jujur. Kemudian keduanya menikah. Khadijah menjadi orang pertama yang beriman kepada risalah yang dibawa Rasulullah.
Pelajaran 1: Mandiri dan profesional
Khadijah mengelola usahanya dengan baik dan dipercaya banyak orang. Ia menunjukkan bahwa perempuan boleh berkarya dan mengelola harta, selama tetap menjaga akhlak dan kehormatan.
Pelajaran 2: Jeli menilai orang
Ia tertarik pada kejujuran dan amanah, bukan sekadar status. Pilihan itu membuktikan bahwa karakter lebih berharga daripada penampilan luar.
Pelajaran 3: Penguat di saat paling berat
Ketika wahyu pertama turun dan Rasulullah merasa gemetar, Khadijah menenangkan dan meneguhkan hatinya. Dukungan yang tenang dan tulus bisa menjadi kekuatan terbesar bagi orang yang kita cintai.
Pelajaran 4: Dermawan dengan harta
Khadijah mengorbankan hartanya untuk mendukung dakwah di masa-masa sulit. Kekayaan baginya adalah sarana kebaikan, bukan tujuan.
Untuk muslimah masa kini
• Kembangkan keahlian dan jangan ragu berkarya.
• Pilih lingkungan dan pasangan yang menguatkan iman.
• Jadikan penghasilan sebagai jalan berbagi.
• Hadir dengan tenang untuk orang-orang terdekat.
Jika suatu hari kamu berdiri di Makkah, ingatlah bahwa kota itu pernah menjadi rumah bagi perempuan sekuat dan sedermawan Khadijah.
