Banyak calon jamaah perempuan membayangkan ihram sebagai kain putih tanpa jahitan seperti yang dikenakan laki-laki. Ternyata aturannya berbeda. Berikut yang perlu kamu ketahui, dengan catatan bahwa rincian fikih bisa berbeda antar mazhab, jadi kamu bisa mencari tahunya lebih dalam dengan pembimbing atau mentor mu terlebih dahulu.
Mitos dan fakta:
Mitos: perempuan wajib memakai baju ihram serba putih.
Fakta: tidak ada warna khusus. Pakaian ihram perempuan adalah pakaian biasa yang menutup aurat, sopan, dan tidak menarik perhatian berlebihan. Putih memang populer, tapi bukan syarat.
Mitos: kain tanpa jahitan itu wajib untuk semua.
Fakta: ketentuan tanpa jahitan berlaku untuk laki-laki. Perempuan boleh memakai gamis dan hijab yang dijahit.
Mitos: wajah harus ditutup rapat.
Fakta: menurut pandangan yang umum, wajah dan telapak tangan perempuan dibiarkan terbuka saat ihram, sehingga cadar dan sarung tangan tidak dipakai. Jika kamu terbiasa bercadar, tanyakan solusi yang dianjurkan pembimbingmu.
Mitos: semua produk perawatan boleh dipakai.
Fakta: saat ihram ada larangan memakai wewangian, termasuk pada badan dan pakaian. Cek label sabun, pelembab, dan deodoran.
Yang perlu dihindari selama ihram
Secara umum, larangan ihram meliputi memakai wewangian, memotong kuku, mencabut atau memotong rambut, serta hal-hal yang mengurangi kekhusyukan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mempelajarinya terlebih dahulu kepada pembimbing atau mentor mu sebelum keberangkatan.
