5 Doa dan Amalan yang Dianjurkan Saat Bepergian

Bagi seorang muslimah, bepergian bukan hanya tentang mempersiapkan tujuan, pakaian, transportasi, atau perlengkapan pribadi. Lebih dari itu, setiap perjalanan adalah momen untuk menggantungkan hati kepada Allah SWT, memohon perlindungan-Nya, dan menjaga diri agar tetap berada dalam kebaikan.

Islam mengajarkan bahwa safar atau perjalanan memiliki adab yang indah. Seorang muslim dianjurkan untuk berdoa sebelum berangkat, mengingat Allah selama perjalanan, menjaga ibadah, serta tetap memperhatikan akhlak di mana pun berada.

Dalam perjalanan, manusia tidak selalu mampu mengendalikan keadaan. Cuaca bisa berubah, jadwal bisa tertunda, tubuh bisa lelah, dan rencana bisa berjalan tidak sesuai harapan. Karena itu, doa dan amalan saat bepergian menjadi bekal ruhani yang sangat penting bagi seorang muslimah.

Agar perjalanan lebih tenang, berkah, dan bernilai ibadah, berikut 5 doa dan amalan yang dianjurkan saat bepergian.

1. Membaca Doa Keluar Rumah Sebelum Berangkat

Amalan pertama yang dianjurkan saat akan bepergian adalah membaca doa keluar rumah. Doa ini menjadi bentuk tawakal seorang hamba kepada Allah SWT sebelum memulai langkah.

Sebelum meninggalkan rumah, muslimah dapat membaca:

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Doa ini mengajarkan bahwa perjalanan sebaik apa pun tetap membutuhkan pertolongan Allah. Dengan membacanya, muslimah diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan persiapan lahir, tetapi juga menyerahkan urusan kepada Allah SWT.

2. Membaca Doa Naik Kendaraan

Setelah keluar rumah dan menaiki kendaraan, muslimah dianjurkan membaca doa naik kendaraan. Doa ini mengingatkan bahwa kendaraan, jalan, dan keselamatan perjalanan adalah bagian dari nikmat Allah SWT.

Doa yang dapat dibaca adalah:

Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Dengan membaca doa ini, muslimah menyadari bahwa kendaraan bukan sekadar alat perjalanan, tetapi juga nikmat yang Allah tundukkan untuk memudahkan hamba-Nya. Rasa syukur pun tumbuh sejak awal perjalanan.

3. Memperbanyak Dzikir dan Doa Selama Perjalanan

Perjalanan sering menghadirkan waktu luang, baik saat berada di kendaraan, menunggu jadwal keberangkatan, maupun beristirahat di tengah perjalanan. Waktu ini sebaiknya tidak hanya diisi dengan hiburan, tetapi juga dengan dzikir dan doa.

Muslimah dapat memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, takbir, shalawat, atau membaca Al-Qur’an melalui mushaf maupun aplikasi. Dzikir membuat hati lebih tenang dan menjaga pikiran agar tidak mudah gelisah selama safar.

Selain itu, safar adalah waktu yang baik untuk berdoa. Dalam keadaan perjalanan, seorang hamba lebih merasakan kelemahan dirinya dan kebutuhan kepada pertolongan Allah SWT. Karena itu, perbanyaklah doa untuk keselamatan, keberkahan, keluarga, rezeki, ilmu, dan kebaikan dunia akhirat.

4. Menjaga Shalat dan Memahami Rukhsah Safar

Amalan penting saat bepergian adalah tetap menjaga shalat. Perjalanan tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban utama kepada Allah SWT. Justru, shalat menjadi penguat hati agar perjalanan tetap berada dalam keberkahan.

Jika perjalanan memenuhi syarat safar, Islam memberikan rukhsah berupa shalat jamak dan qashar. Shalat Dzuhur dapat dijamak dengan Ashar, Maghrib dapat dijamak dengan Isya, sedangkan shalat fardhu empat rakaat seperti Dzuhur, Ashar, dan Isya dapat diqashar menjadi dua rakaat.

Bagi muslimah, memahami rukhsah ini sangat penting agar tetap tenang saat menghadapi jadwal perjalanan yang padat. Islam memberikan kemudahan, tetapi tetap mengajarkan agar ibadah tidak ditinggalkan.

5. Menjaga Adab, Aurat, dan Lisan Selama Bepergian

Selain doa dan ibadah, menjaga adab juga termasuk amalan penting saat bepergian. Seorang muslimah hendaknya menjaga sikap, lisan, dan penampilan selama berada di ruang publik.

Jagalah aurat dengan pakaian yang santun, longgar, tidak transparan, dan nyaman digunakan. Hindari ucapan yang menyakiti, keluhan berlebihan, atau sikap yang mengganggu orang lain. Saat berada di kendaraan, tempat wisata, rest area, hotel, atau fasilitas umum, tetaplah menunjukkan akhlak yang baik.

Perjalanan sering menjadi ujian kesabaran. Ketika menghadapi antrean, keterlambatan, rasa lelah, atau kondisi tidak nyaman, muslimah dapat menjadikannya sebagai latihan sabar dan tawakal. Dengan adab yang baik, perjalanan menjadi lebih berkah dan menenangkan.

Bepergian Lebih Tenang dan Santun Bersama Hijaberlin

Doa dan amalan saat bepergian menjadi bekal penting bagi muslimah agar perjalanan tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga bernilai ibadah. Dengan membaca doa keluar rumah, doa naik kendaraan, memperbanyak dzikir, menjaga shalat, serta menjaga adab, muslimah dapat menjalani safar dengan hati yang lebih tenang.

Selain bekal ruhani, pilihan pakaian juga menjadi bagian penting dalam perjalanan. Busana yang menutup aurat, nyaman, dan mudah digunakan akan membantu muslimah tetap percaya diri tanpa meninggalkan nilai kesantunan.

Hijaberlin hadir sebagai sahabat muslimah modern dalam setiap langkah. Melalui koleksi busana muslimah yang elegan, longgar, dan nyaman digunakan, Hijaberlin membantu Anda tampil santun saat bepergian, menghadiri agenda keluarga, bekerja, maupun menjalani aktivitas harian.

Dengan material yang sejuk, potongan yang tidak membentuk tubuh, serta desain yang anggun, koleksi Hijaberlin cocok menemani perjalanan jauh maupun aktivitas sehari-hari. Karena bagi muslimah, bepergian bukan hanya tentang sampai ke tujuan, tetapi juga tentang menjaga doa, adab, aurat, dan identitas diri.

Mari jadikan setiap perjalanan lebih tenang, berkah, dan penuh makna bersama Hijaberlin.